Jiwa Membumi's Blog

Tidak mengawan, berpijak di bumi

Bunuh!

tinggalkan komentar »

Aku ingin membunuhmu
Sepengkal-demi-sepengkal
Menguliti kulitmu
Mendengarkan engkau mengerang
Mentahbismu yang kehilangan napas
Sebagian-demi-sebagian

Ketika engkau mengerang berteriak
Aku mendengarnya sebagai simfoni indah
Seperti alunan Mozart
Kesakitanmu adalah kenikmatanmu

Menjeritlah!
Sekuat yang engkau bisa
Sehekendakmu
Menjeritlah!

Semakin keras eranganmu
Semakin terasa nikmat debar dadaku
Membunuhmu adalah karmaku

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Jiwa Membumi

6 Desember 2010 pada 12:49 pm

Ditulis dalam Puisi

Dikaitkatakan dengan , , , ,

Anjing-anjing Pajak

dengan 3 komentar

Pepatah baru muncul di negeri ini
: jika ingin kaya maka kerjalah di pajak
Padahal setahuku dulu
Untuk jadi kaya ya harus jadi polisi
Ada banyak uang di kepolisian
Mulai dari tilang sampai makelar kasus

Anjing-anjing pajak itu sangat tajam giginya
Bahkan cleaning servis pun bisa lebih kaya dari menteri
Asal mereka kerja di pajak

Buram sangat buram potret negeri ini
Namun hal itu sudah biasa
Dari jutaan jiwa rakyat kami yang miskin
Kami harus bangga
Ada 6 penduduk kami menjadi manusia terkaya di dunia

Hebat bukan?

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Jiwa Membumi

21 April 2010 pada 10:22 am

Ditulis dalam Puisi

Dikaitkatakan dengan , , , ,

Sedang Jatuh Cinta

dengan 2 komentar

Wahai budakku,
Yang kutitahkan tulisan-tulisanku di badanmu
Wahai engkau yang diam,
Namun meneruskan semua sabdaku.
Apa engkau tahu?
Aku sedang jatuh cinta.

Lama kita tak saling berbagi
Aku sedang di awan kawan
Bumi tak lagi ada dalam pikirku
Semua yang ada hanyalah baris-baris merah
Dan hati yang bergetar hebat

Cinta itu ternyata begitu
Membuat semua duniamu abu-abu
Dan setiap gerakan seperti slow motion

Aku bingung
Aku cinta dia
Namun dia pacar orang

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Jiwa Membumi

21 April 2010 pada 2:27 am

Ditulis dalam Puisi

Dikaitkatakan dengan ,

Memoar Hitam Malam

dengan 5 komentar

Kota itu harusnya terang ketika malam,
Namun di kotaku cuma ada hitam
Listrik tak bergerak, mati
Kota-kotaku seperti kota mati
Hitam, Gelam, Gelap, Pengap

Aku bingung dengan jiwa negeri ini
Rakyat berteriak lantang
Mereka kelaparan
Namun ketika 5 tahun itu datang
Mereka memilih yang cukup membuat sehari kenyang
Dalam 4 tahun kelaparan

Negeri ini adalah negeri pincang
Negeri dibalut awan-awan kelam
Negeri dengan pemimpin yang berhati keruh
Sekeruh rakyat ini
: Pemimpin adalah cerminan rakyat

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Jiwa Membumi

23 Januari 2010 pada 8:02 am

Ditulis dalam Puisi

Dikaitkatakan dengan , , , , , ,

Merenung Pagi

tinggalkan komentar »

Aku lihat orang-orang masih mendengkur
Padahal Azan bertalu-talu
Tak juga mereka bangun
Puncak matahari telah membakar
Tidak juga bangun
Langit kembali hitam

Baca entri selengkapnya »

Ditulis oleh Jiwa Membumi

21 Januari 2010 pada 6:37 am

Ditulis dalam Puisi

Dikaitkatakan dengan , , , , , , , ,

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.