Bunuh!
Aku ingin membunuhmu
Sepengkal-demi-sepengkal
Menguliti kulitmu
Mendengarkan engkau mengerang
Mentahbismu yang kehilangan napas
Sebagian-demi-sebagian
Ketika engkau mengerang berteriak
Aku mendengarnya sebagai simfoni indah
Seperti alunan Mozart
Kesakitanmu adalah kenikmatanmu
Menjeritlah!
Sekuat yang engkau bisa
Sehekendakmu
Menjeritlah!
Semakin keras eranganmu
Semakin terasa nikmat debar dadaku
Membunuhmu adalah karmaku
Banda Aceh, 6 Desember 2010 – 12:44 WIB
Menghayati apa yang terjadi dengan para psikopat sejati
