Jiwa Membumi's Blog

Tidak mengawan, berpijak di bumi

Menjelang Ramadhan

leave a comment »

Tuhan,
Ini menjelang Ramadhan
Bulan ketika aku menutup semua dosa
Dan membawa bekal sepenuh pahala
Untuk sebelas bulan berikutnya

Tuhan,
Nanti akan tiba waktu
Aku simpuh di depanMu
Ratapan air mata sepanjang malam
Keluh-kesah tentang dosa
Mohon beri aku ampunan

Tuhan,
Maka panjangkanlah umurku
Deras hati menunggu bulan itu tiba
Ingin aku menyambutnya dengan suka cita
Seperti anak lapar menunggu makan tiba

Tuhan,
Ajari aku keshalehan
Ajari aku kesederhanaan
Ajari aku memaafkan
Ajari aku menahan diri dari apa yang bukan hakku
Ajari aku menjadi manusia seutuhnya

Tuhan,
Ramadhan menjelang
Bukakan pintu ampun itu
Aku ingin memasukinya
Sekaligus belajar ulang mencintaiMu
Setelah sebelas bulan menjadi lupa

Baca entri selengkapnya »

Written by Jiwa Membumi

13 Juli 2012 at 6:06 pm

Ditulis dalam Puisi

Tagged with , , , , , , ,

Patung Indonesia

leave a comment »

Aku sedang memahat patung
Aku beri nama bangsa
Tidak lupa aku pahat juga sayap
Di kedua punggungnya

Aku sedang memahat patung
Dengan kaki terbuka dan tangan menggenggam angkasa

Patung aku beri jiwa
Maka mulailah dia membuka mata
Namun cuma bertahan tidak dalam waktu lama

Aku bertanya kepada patung
:”siapa kamu?”
Sebelum patung itu pecah terbelah
Aku cuma bisa mendengar Ia berkata, “Indonesia”

Baca entri selengkapnya »

Written by Jiwa Membumi

11 Juli 2012 at 11:57 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with , , , ,

Negeri Lapar

leave a comment »

Usahlah bingung kawan,
Jika hari ini engkau kembali melapar
Dan suara anakmu melengking
Dan istrimu menjerit
Lari saja, tinggalkan mereka

Mereka telah tahu
Topengmu terbuka
Dusta tak mampu mengenyangkan
Dan perut amatlah jujur tentang rasa lapar

Maka olehmu diamlah!
Ambil pacul dan cangkullah
Tanah kita subur
Dengan laut berjuta ikan
Maka, mengapa masih tersisa lapar?

Baca entri selengkapnya »

Written by Jiwa Membumi

30 Juni 2012 at 3:21 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with , , ,

Abadi Dalam Lupa

leave a comment »

Debu telah ditebar
Hasta demi hasta menenggelamkanmu
Menguburmu
Bertapak kaki pergi menjauh
Kini kau tinggal sendiri
Terasing, terbuang, terlupakan
Mereka cuma mengingatmu dari nisan
Hingga lapuk datang
Maka, namamu abadi untuk terlupakan

Baca entri selengkapnya »

Written by Jiwa Membumi

29 Juni 2012 at 4:31 am

Sekelam Bayangan

leave a comment »

Sudahkah engkau dengar
Atau aku alpa bercerita
Tentang bayangan, kelam, masa lalu dan rahasia

Cerita-cerita yang hitam
Sekelam bayangan
Rupa-rupa yang gelisah
Mata yang nanar
Mulut bercampur tanah

Oh Negeri!
Ke mana harus aku letakkan cahaya
Biar bayang tidak menjadi ada
Tekuk dia di bawah kaki-kaki selangkangku

Sekelam bayangan
Negeri ini
Aku penduduk
Pastilah lebih teramat kelam

Baca entri selengkapnya »

Written by Jiwa Membumi

27 Juni 2012 at 3:41 am

Bunuh!

with 2 comments

Aku ingin membunuhmu
Sepengkal-demi-sepengkal
Menguliti kulitmu
Mendengarkan engkau mengerang
Mentahbismu yang kehilangan napas
Sebagian-demi-sebagian

Ketika engkau mengerang berteriak
Aku mendengarnya sebagai simfoni indah
Seperti alunan Mozart
Kesakitanmu adalah kenikmatanmu

Menjeritlah!
Sekuat yang engkau bisa
Sehekendakmu
Menjeritlah!

Semakin keras eranganmu
Semakin terasa nikmat debar dadaku
Membunuhmu adalah karmaku

Baca entri selengkapnya »

Written by Jiwa Membumi

6 Desember 2010 at 12:49 pm

Ditulis dalam Puisi

Tagged with , , , ,

Anjing-anjing Pajak

with 4 comments

Pepatah baru muncul di negeri ini
: jika ingin kaya maka kerjalah di pajak
Padahal setahuku dulu
Untuk jadi kaya ya harus jadi polisi
Ada banyak uang di kepolisian
Mulai dari tilang sampai makelar kasus

Anjing-anjing pajak itu sangat tajam giginya
Bahkan cleaning servis pun bisa lebih kaya dari menteri
Asal mereka kerja di pajak

Buram sangat buram potret negeri ini
Namun hal itu sudah biasa
Dari jutaan jiwa rakyat kami yang miskin
Kami harus bangga
Ada 6 penduduk kami menjadi manusia terkaya di dunia

Hebat bukan?

Baca entri selengkapnya »

Written by Jiwa Membumi

21 April 2010 at 10:22 am

Ditulis dalam Puisi

Tagged with , , , ,